Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Angka Penting, Pengertian dan Aturannya

Angka Penting, Pengertian dan Aturannya

Angka Penting, Pengertian dan Aturannya


Pengertian Angka Penting

Angka penting atau biasanya disingkat dengan AP adalah bagian penting dari sebuah perhitungan ilmu pengetahuan alam dan matematika. Karena hal tersebut berhubungan dengan ke akuratan dan presisinya suatu angka. Karena dalam hasil perhitungan akhir sangatlah penting menentukan dan memprediksi ketidakpastian maka dari itu munculah angka penting ini.

Dengan adanya notasi sains ini, para ilmuan dan teknisi bisa menentukan seberapa presisinya dan akuratnya menentukan kuantitas. Dalam menghitung tentu kita akan menjumpai beberapa kasus saat suatu objek pengukuran memiliki suatu nilai yang pasti dan ada juga yang memiliki nilai taksiran atau pendekatan. Tentu saja nilai pasti dan nilai taksiran tersebut tetap dimasukan sebagai angka penting.
Angka Penting, Pengertian dan Aturannya
Dalam Pengukuran Ada Angka Penting dan Angka Taksiran

Aturan Angka Penting


Dalam proses mengetahui angka penting, ada beberapa aturan yang wajib di ikuti. Aturan tersebut akan membantu kita menentukan suatu nilai dalam pengukuran dan perhitungan. 

1. Semua Angka selain angka nol adalah angka penting


Contoh:

A. 456

Angka tersebut memiliki 3 Angka Penting, yaitu angka 4, angka 5, dan angka 6.

B. 12,45

Angka tersebut memiliki 4 Angka Penting, yaitu angka 1, angka 2, angka 4 dan angka 5. semua angka diatas masuk dalam AP

C. 312,421

Angka tersebut memiliki 6 Angka Penting, yaitu angka 3, angka 1, dan angka 2 di depan desimal dan angka 4, angka 2 dan angka 1 di belakang desimal


2. Angka Nol yang di apit / terletak diantara dua angka bukan Nol adalah Angka Penting


Contoh:

A. 400,56

Angka tersebut memiliki 5 Angka Penting, yaitu angka 4, angka 0 di bagian puluhan, dan angka 0 di bagian satuan. Kemudian angka 5 dan angka 6 di belakang desimal

B. 10,05

Angka tersebut memiliki 4 Angka Penting, yaitu angka 1, dan angka 0 di depan desimal, serta angka 0 dan angka 5 di belakang desimal. 

C. 310,021

Angka tersebut memiliki 6 Angka Penting, yaitu angka 3, angka 1, dan angka 0 di depan desimal dan angka 0, angka 2 dan angka 1 di belakang desimal.

3. Jika terdapat Angka Nol yang posisinya terletak pada deretan akhir dari bilangan desimal adalah angka penting


Contoh:

A. 2,50
Angka tersebut memiliki 3 Angka Penting, yaitu angka 4, angka 5 dan angka nol

B. 55,10

Angka tersebut memiliki 4 Angka Penting, yaitu angka 5 bagian puluhan, angka 5 bagian satuan, angka 1, serta angka 0 

C. 340,10

Angka tersebut memiliki 5 Angka Penting, yaitu angka 3, angka 4, dan angka 0 di depan desimal dan angka 1, dan angka 0 di belakang desimal.

4. Jika terdapat bilangan desimal kurang dari satu (>1), maka angka Nol yang terletak di sebelah kanan dan sebelah kiri koma bilangan desimal tersebut bukan termasuk Angka Penting


Contoh:

A. 0,1

Angka tersebut memiliki 1 Angka Penting, yaitu angka 1, angka 0 di depan desimal bukan termasuk AP

B. 0,02

Angka tersebut memiliki 1 Angka Penting, yaitu angka 2 angka 0 di depan desimal dan angka 0 dibelakang desimal bukan termasuk AP 

C. 0,001

Angka tersebut memiliki 1 Angka Penting, yaitu angka 1, angka 0 di depan desimal dan angka 0 dibelakang desimal bukan termasuk AP

D. 0,0010

Angka tersebut memiliki 2 Angka Penting, yaitu angka 1 dan angka 0 di belakang angka 1. tetapi Angka nol di sebelah kiri tidak termasuk AP

5. Angka Nol yang terletak pada barisan akhir suatu bilangan termasuk angka penting, kecuali jika diberi suatu tanda garis bawah maka Angka Pentingnya terhitung sampai angka yang diberi garis bawah


Contoh:

A. 1200

Angka tersebut memiliki 4 Angka Penting, yaitu angka 1, angka 2 angka 0 bagian puluhan dan angka 0 bagian satuan.


B. 1200

Angka tersebut memiliki 3 Angka Penting, yaitu angka 1, angka 2 dan angka 0. angka nol dibelakang angka yang di garis bawahi bukan termasuk AP

C. 23000

Angka tersebut memiliki 3 Angka Penting, yaitu angka 2 angka 3 dan angka 0

D. 4,300

Angka tersebut memiliki 2 Angka Penting, yaitu angka 4 dan angka 3. angka nol dibelakang angka yang di garis bawahi bukan termasuk AP

6. Dalam suatu notasi Ilmiah semua angka sebelum orde adalah angka penting


Contoh:

A. 92 x 10⁶

Angka tersebut memiliki 2 angka penting, yaitu angka 9 dan angka 2

B. 4,10 x 10⁶

Angka tersebut memiliki 3 angka penting, yaitu angka 4, angka 1 dan angka 0


C. 123 x 10⁶

Angka tersebut memiliki 3 angka penting, yaitu angka 1, angka 2, dan angka 3


Aturan Khusus dalam Penjumlahan dan Pengurangan


Hasil operasi pengurangan atau penjumlahan hanya mempunyai satu angka taksiran. Artinya hasil operasi tersebut tidak boleh memiliki dua angka taksiran. Angka Taksiran adalah angka terakhir dari bilangan penting

Contoh:
A. 4,524 - 3,25 = 1,274

4,524 => 4 adalah angka taksiran
3,25 => 5 adalah angka taksiran

1, 2 7 4  => 7 dan 4 adalah angka taksiran

Karena memiliki 2 angka taksiran, sehingga harus di bulatkan menjadi 1,27. jadi hasil pengurangannya adalah

4,524 - 3,25 = 1,27

Aturan Khusus dalam Operasi Perkalian dan Pembagian


Jika suatu operasi perkalian atau pembagian memiliki beberapa angka penting, maka hasil operasi tersebut haruslah memiliki angka penting sebanyak bilangan dalam operasi tadi yang jumlahnya paling sedikit.

A. 4,61 x 2,122 = 9,78242

4,61 => memiliki 3 angka penting
2,122 => memiliki 4 angka penting

4,61 memiliki angka penting paling sedikit yaitu 3 AP. Maka hasil operasi perkalian diatas harus memiliki 3 angka penting

9,78242  =>  6 angka penting menjadi 3
9,78

4,61 x 2,122 = 9,78

Aturan Operasi Pangkat dan Operasi Akar


Hasil Operasi Pemangkatan suatu bilangan penting hanya boleh memiliki AP sebanyak total angka penting yang di pangkatkan

Hasil Operasi Akar suatu bilangan penting hanya boleh memiliki angka penting sama banyaknya dengan bilangan penting yang di akarkan

Contoh:

A.(1,1)² memiliki 2 angka penting

(1,1)² = 1,21 (3 angka penting) => ditulis 1,2 menjadi 2 AP

B.(2,11)² memiliki 3 angka penting

(2,11)² = 4,4521 (5 angka penting) => ditulis 4,45 menjadi 3 AP

C.√1,44  memiliki 3 angka penting

√1,44 = 1,2 (2 angka penting) => ditulis 1,20 menjadi 3 AP

D.√6,25  memiliki 3 angka penting

√6,25 = 2,5 (2 angka penting) => ditulis 2,50 menjadi 3 AP


Demikianlah artikel ini dibuat berisi pengertian dan contoh mengenai angka penting. Semoga pembaca bisa lebih paham dan menggunakan aturan aturan angka penting diatas dalam soal soal latihan atau perhitungan sains lainnya.

isyana media
isyana media IsyanaMedia mempunyai Tujuan untuk memberikan sumber informasi yang bermanfaat, akurat, berdasarkan fakta, dan berusaha selalu berimbang dalam pemberitaannya.

Posting Komentar untuk "Angka Penting, Pengertian dan Aturannya"